Pemilik Panti Asuhan di Batam Cabuli Anak Asuhnya
Batam, PKSS.id – Nasib malang dialami seorang anak berusia 12 tahun di sebuah Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa di Galang, Kota Batam.
Alih-alih Yayasan menjadi tempat perlindungan dan mendapat kasih sayang, ia justru menjadi korban pelecehan dan pencabulan oleh ketua yayasan tempat ia tinggal.
Anak yatim piatu tersebut, yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan, mengalami trauma akibat tindakan bejat yang dilakukan oleh seseorang yang seharusnya melindungi dan merawatnya.
Ketua yayasan S alias UJ (54) saat diruangan penyidik mengakui bahwa tindakan tidak terpuji tersebut ia lakukan sejak tahun 2018 hingga saat ini.
Dengan wajah lebam akibat amukan masa, pria berisitri dan beranak 4 itu tampak menunduk dan menyesal.
Saat ditanya di ruangan penyidik, ia mengaku bahwa ia mengaku sayang kepada R (korban).
“Pertama saya sayang, peluk, cium, dielus. Alasannya karena saya sayang sama anak itu,” ujar S saat di ruangan penyidik PPA Polresta Barelang, Kamis (8/8/2024).
Ia juga mengaku bahwa sudah 4 kali melakukan pencabulan terhadap R.
“Saya melakukan itu pas di asrama Putri, dekat dengan genset belakang dapur,” tambahnya.
Selama 6 tahun berada di Yayasan tersebut, pelaku awalnya cuma melakukan pelecehan terhadap korban berupa pelukan dan ciuman.
Seiring berjalannya waktu dan korban juga bertambah usia, pelaku kemudian membujuk korban untuk melakukan persetubuhan tersebut.
Hingga pertengahan tahun 2023, pelaku meyakinkan korban untuk selalu menyayangi dirinya sebagai ayah yang mengasuhnya dan melakukan pencabulan.
“Tidak ada saya iming imingi, cuma saya tanya kamu sayang sama bapak enggak? Sayang katanya. Emang saya dari dulu sayang sama dia,” tambahnya.
Dalam melancarkan aksinya tersebut, ia selalu baik dengan korban dan memberikan uang jajan
“Kadang hari-hari saya kasih duit, 5000, 10.000, 20.000. Karena saya senang, sering saya kasih uang,” katanya.
Kini, pria yang menjabat sebagai Ketua Yayasan tersebut harus meringkuk didalam jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sumber: https://batam.tribunnews.com/
